Tampilkan postingan dengan label Tahukah Anda. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tahukah Anda. Tampilkan semua postingan

Jumat, 26 April 2013

Siaga Merah untuk Miras

Tidak berlebihan jika kita semua, terkhusus bagi para remaja, untuk memberlakukan status "Siaga Merah" untuk mengantisipasi setiap ancaman dari Minuman Keras atau yang biasa dikenal dengan singkatan miras. Meski banyak yang berusaha mencari pembenaran tentang kegunaan minuman beralkohol terhadap tubuh, namun dibalik segala kegunaannya, tetap saja barang ini sangat berbahaya karena khasiat atau efek positif dari miras sesungguhnya sangat-sangat tidak sebanding jika dibandingkan dengan dampak negatif yang ditimbulkannya.

Tidak bisa dipungkiri bahwa minuman beralkohol memang memiliki beberapa khasiat untuk tubuh. Namun, tetap ada batasan-batasan yang harus diperhatikan dalam pengkonsumsiannya. Pernyataan tersebut sesuai dengan penelitian yang di-publish oleh "Harvard University" yang menyebutkan bahwa resiko kematian dapat diturunkan hingga 21% - 28% bagi laki-laki yang meminum alkohol secara moderat, dan hal tersebut tidak berlaku bagi peminum (rutin)1. Hasil studi tersebut juga dibenarkan dengan pembuktian dari penelitian-penelitian lainnya dari sumber yang berbeda. Minum secara moderat sendiri diartikan sebagai batasan dosis konsumsi, yaitu 1 - 3 takar/hari.

Penyalahgunaan Alkohol & Realita
Seperti yang telah dikemukakan sebelumnya bahwa selain mengandung khasiat, sesungguhnya alkohol mengandung lebih banyak kerugian. Sedikit contoh kerugian yang mengancam antara lain:
  • Kehilangan kendali & kesadaran,
  • Merusak organ dan saraf tubuh,
  • Mengundang ribuan penyakit ganas & berbahaya.
Fakta di lapangan menyebutkan bahwa ternyata masih banyak orang (yang parahnya lagi didominasi oleh kalangan remaja) yang rela menggadaikan kehidupannya hanya untuk kebinasaan dan kesengsaraan. Saya katakan kebinasaan dan kesengsaraan karena saya tidak pernah melihat orang mengkonsumsi alkohol, baik secara langsung maupun melalui TV, dengan ekspresi seperti pada saat menikmati es krim. Ekspresinya pasti seolah mengatakan bahwa minuman ini tidak enak. Setelah itu, kepalanya pusing, mual-mual, dan pada akhirnya bernasib tragis. Saya heran, apa yang mereka harapkan dari aktivitas ini? Efek jangka panjangnya, penyesalan seumur hidup adalah harga mati untuk penikmat barang haram ini.

Untungnya, realita di lapangan masih menunjukkan status positif, dalam artian mayoritas remaja Indonesia masih memiliki perisai yang kokoh dalam upaya menangkis dan menolak godaan untuk mengkonsumsi miras. Dengan kata lain, pemahaman akan ancaman bahaya dari miras masih dominan di pikiran dan perasaan para remaja Indonesia Hal tersebut mempertegas status remaja Indonesia sebagai remaja yang cerdas, beradab, dan masih dominan menggunakan akal sehatnya.

Buktinya??? Hanya pengamatan pada satu media sosial saja, dalam hal ini Twitter, setiap harinya muncul ratusan hashtag #AntiMiras & #SupportAntiMiras yang di-tweet oleh remaja-remaja Indonesia. Dan hingga saat ini, dukungan terhadap kampanye Anti Miras juga terus berdatangan dari remaja Indonesia. Ditandai dengan jumlah followers @AntiMiras_ID yang semakin harinya semakin meningkat pesat.

Bukti yang lebih nyata? Aktivitas mengkonsumsi alkohol pasti selalu mendapatkan respon negatif dari masyarakat. Silahkan melihat tayangan di TV & pemberitaan lainnya. Intensitas pembongkaran & pembubaran aktivitas haram ini semakin meningkat. Bahkan razia peredaran miras tidak lagi hanya dilakukan oleh aparat saja, wargapun turut serta dalam memberantas. Ini membuktikan bahwa mereka (masyarakat) masih memiliki kepedulian dan kesadaran yang tinggi akan bahaya miras.

Harapan Kedepannya
Meskipun pemerintah mempunyai regulasi terkait peredaran barang haram ini, kita semua sebagai masyarakat harus tetap menjaga & lebih menambah intensitas kewaspadaan terhadap peredaran miras. Selain pengawasan peredaran yang dilakukan pemerintah, kita juga harus turut berperan secara aktif dalam membantu pemerintah dalam melaksanakan tugasnya. Terus kibarkan "Siaga Merah" untuk urusan yang satu ini. Nasib bangsa Indonesia ada digenggaman generasi mudanya, menyelamatkan mereka berarti menyelamatkan masa depan bangsa.

Harapan selanjutnya adalah agar pemerintah bisa membentuk wadah kreatif untuk masyarakat sebagai sarana edukasi dan sosialisasi terkait bahaya miras bagi remaja dan lingkungan. Akan lebih bagus lagi jika disetiap kota & daerah di Indonesia dibentuk komunitas Anti Miras dan menunjuk duta Anti Miras Nasional untuk melaksanakan program kerja rutin terkait sosialisasi bahaya miras, pencegahan, dan penanggulangannya. Dengan begitu, saya memprediksi ruang lingkup peredaran miras bisa semakin sempit dan perlahan-lahan tidak lagi dijual bebas sesuai dengan KepRes RI No. 3 Th. 1997 tentang Pengawasan & Pengendalian Minuman Beralkohol. Harapan jangka pendek saat ini adalah agar pengesahan RUU Anti Miras bisa segera dipatenkan supaya regulasi terkait peredaran miras bisa semakin jelas & terarah.
#SupportAntiMiras

  1. Camargo, C. A., et al. Prospective study of moderate alcohol consumption and mortality in US male physicians. Archives of Internal Medicine, 1997.

Mengkonsumsi Miras Bukan Simbol Anak Muda Sejati

Sebenarnya fenomena ini cukup membingungkan, namun nyata adanya. Banyak yang "mempercayai", terutama kalangan muda, bahwa mengkonsumsi minuman keras merupakan simbol kegagahan dan sebagai ritual demi mendapatkan pengakuan sebagai anak muda sejati yang hebat, disegani, dan tangguh dalam menjalani kehidupan yang mereka yakini sebagai sebuah pertarungan. Sering saya mendengar jargon "Bukan Anak Muda Kalau Tidak Minum Alkohol". Faktanya, tidak satupun dari masyarakat yang memberi simpati terhadap orang yang menganut jargon tersebut. Bukankah sebagai kaum muda kita ingin mendapatkan pengakuan??? Jika orang-orang sekitar tidak memberi simpati dan empatinya terhadap penenggak miras, lalu pengakuan apa yang akan kita dapatkan dari aktivitas tersebut???
#SupportAntiMiras
#SupportAntiMiras
Di Makassar, tempat saya lahir dan tumbuh dewasa, peredaran minuman keras dan minuman beralkohol termasuk sangat bebas dan terkesan tidak diawasi sebagaimana mestinya. Pernyataan tersebut sangat berdasar mengingat setiap tahun menjelang Ramadhan, ratusan hingga ribuan barang haram (miras) terjaring razia, baik yang dilakukan oleh pihak berwajib maupun ormas-ormas keagamaan dan sosial. Wajar saja, status Kota Makassar sebagai salah satu kota besar di Indonesia memang menjanjikan untuk dijadikan ladang bisnis bagi produsen & distributor minuman beralkohol. Menjamurnya tempat hiburan malam juga seolah menjadi musuh dalam selimut yang pada satu sisi berdampak positif pada pendapatan daerah, tapi disisi lain justru menjadi sarana penghancur moral dan akhlak masyarakat. Tidak hanya di Makassar, femomena serupa juga turut menghantui masyarakat di daerah lainnya di Indonesia.

Melihat dampak negatif yang ditimbulkan oleh bisnis ini, sudah sepantasnya ruang lingkup peredaran miras lebih diperketat, namun kita juga tidak bisa serta-merta menyalahkan para pelaku bisnis mengingat Keputusan Presiden Republik Indonesia No. 3 Tahun 1997 Tentang Pengawasan dan Pengendalian Minuman Beralkohol, Bab III, Pasal 4 Ayat 1 yang melarang peredaran dan penjualan minuman beralkohol di tempat umum, kecuali di Hotel, Bar, Restoran dan di tempat tertentu lainnya berdasarkan pertimbangan pemerintah setempat.

Screenshot Kepres RI tentang Pengawasan dan Peredaran Minuman Beralkohol - PayaboMKS
Screenshot Kepres RI tentang Pengawasan dan Peredaran Minuman Beralkohol - PayaboMKS
Berdasarkan peraturan diatas, dapat disimpulkan bahwa peredaran miras sesungguhnya dibolehkan, namun terbatas pada kalangan dan tempat tertentu saja. Namun, mengapa pada kenyataannya miras dapat dengan mudah ditemukan di tempat-tempat umum??? Disinilah rasionalitas pemikiran kita diuji. Dengan berbekal pemahaman, kesadaran, dan komitmen yang kuat, efek buruk dari miras tentu dapat diminimalisir.

Meskipun peredaran miras di negara ini terkesan sebagai "barang yang dijual bebas" dan tidak sesuai dengan peraturan yang ada, kita semua patut bersyukur karena mayoritas masyarakat kita, khususnya kaum muda, masih memiliki filter yang kuat dalam memilah pergaulan. Hal tersebut ditandai dengan menjamurnya komunitas-komunitas sosial yang memerangi penyalahgunaan miras. Fakta tersebut dapat dengan mudah ditemukan pada pemberitaan nasional baik itu di media cetak, elektronik & internet. Syukurnya lagi, pemberitaan positif terkait aktivitas masyarakat jauh lebih mendominasi dibandingkan dengan fenomena terkait penyalahgunaan minuman keras. Pemberitaan terkait penyalahgunaan miras pada berita-berita kriminal juga cukup minim. Meskipun diluar sana terdapat banyak kasus penyalahgunaan miras, setidaknya dominasi pemberitaan positif sudah bisa dijadikan sebagai bukti bahwa sesungguhnya masyarakat kita bukanlah masyarakat yang bodoh.

Di daerah saya sendiri, dan menurut pengamatan saya secara langsung, mayoritas masyarakat, baik yang berpendidikan tinggi maupun yang hanya mengenyam pendidikan hingga bangku sekolah menengah terbukti masih mampu menyaring dan menolak pengaruh untuk mengkonsumsi miras. Bukti tercermin dari pernyataan yang didominasi dengan kalimat bernada penolakan misalnya pada waktu melihat iklan minuman beralkohol:

  • "Apa ini?! Pala'busu' doe' ji saja" - Apa ini?! hanya menghabiskan uang,
  • "Daripada beliko minuman, mending pigiko makan Coto" - Daripada membeli minuman, lebih baik membeli Coto (makanan khas Makassar), 
Masih berdasarkan fakta yang berdasar dari pengamatan, selain dengan perkataan, mereka juga menolak dengan tegas setiap ajakan untuk menenggak minuman keras, mereka bahkan mengutuk aktivitas tersebut.

Melihat status masyarakat yang terombang-ambing dalam keresahan akan peredaran miras dan segala dampak negatifnya, kita semua berharap agar pemerintah bisa bertindak tegas dalam pelaksanaan pengawasan peredaran miras di negeri ini. Dan sebagai wujud nyata yang akan lebih menegaskan peran kita sebagai masyarakat #AntiMiras, mendukung secara aktif pengesahan RUU Anti Miras adalah langkah yang bijak demi menyelamatkan gengsi, moral, dan status sosial masyarakat Indonesia sebagai bangsa yang beradab.

Jadilah pelaku perubahan. Itulah pengakuan yang pantas dijadikan sebagai simbol anak muda sejati.

Jumat, 21 September 2012

Siomay Kawasaki Ninja

Asumsi pertama kebanyakan anak muda ketika mendengar kata "Kawasaki Ninja" adalah: Garang, Laki-laki, Macho, dan Sporty. Asumsi tersebut juga berlaku bagi Payabo. Baru-baru ini (September 2012), admin bertemu dengan seorang penjual siomay keliling di lingkungan salah satu kampus ternama di Makassar. Mungkin penjaja siomay keliling yang berjualan dengan menggunakan sepeda motor sudah sangat akrab di mata Anda. Namun, penjaja siomay keliling yang satu ini lain daripada yang lain. Satu hal yang membedakan Ia dengan penjaja siomay lainnya adalah tunggangan yang digunakannya untuk berjualan. Kalau kebanyakan pedagang siomay keliling menggunakan sepeda atau motor bebek, Pedagang siomay yang satu ini memilih menggunakan Kawasaki Ninja untuk berjualan. Tidak percaya? Silahkan lihat gambar dibawah:

Siomay Kawasaki Ninja Makassar


Jika ingin mencicipi "Siomay Kawasaki Ninja" ini, Silahkan berkunjung ke Danau Unhas Makassar pada sore hari. Tidak hanya mementingkan gaya, rasa dari siomay ini juga sangat khas dan mantap dilidah. Anda bisa menikmati siomay tersebut sambil menonton sepak bola atau sambil menikmati sejuknya sore hari di pinggir danau.

Jumat, 17 Agustus 2012

Mereka yang Mengucapkan Dirgahayu Republik Indonesia yang ke-67

Dirgahayu Negriku...


Ucapan terima kasih yang tak terhingga sudah selayaknya kita ucapkan kepada seluruh orang yang telah berjasa dalam upaya memerdekakan negeri ini. Tak lupa, doa dan hening cipta kita lantunkan kepada arwah para pejuang bangsa yang telah mengorbankan darah, keringat, air matanya untuk kita semua, manusia-manusia merdeka yang hingga detik ini masih diberikan kesempatan untuk menghirup udara bebas. Tanpa keberanian dan kerja keras para pejuang, mungkin kita semua tidak akan bisa bernafas dengan tenang seperti sekarang ini, mungkin juga, deguban jantung kita tidak akan se-stabil ini.

Merah-Putihkan Indonesia - Payabo
Merah-Putihkan Indonesia - Payabo
Jum'at, 17 Agustus 1945, bertempat di Jalan Pegangsaan Timur No. 56, adalah saksi bisu terjadinya revolusi besar. Revolusi yang mengangkat harkat dan martabat negeri ini melesat tinggi, suara dan gema kemerdekaan yang sudah lama tertahan akhirnya tersuarakan.

Menginjak usia yang ke-67, jutaan harapan kemudian tertuang untuk bangsa Indonesia. Kemerdekaan yang telah diraih dengan perjuangan, darah, dan air mata, sudah sepantasnya diteriakkan diseluruh pelosok negeri ini dan kemudian diisi dengan segala aktivitas yang berlandaskan semangat nasionalisme. Merdekaa...




"Gantungkanlah cita-citamu setinggi langit,
Seribu orang tua hanya dapat bermimpi, satu orang pemuda dapat mengubah dunia."
-Soekarno-

Adalah Lenin ketika Ia mendirikan Soviet Rusia merdeka telah mempunyai Dnepprprostoff dan maha besar di sungai Dneppr? Apa Ia telah mempunyai stasiun radio yang menyundul ke angkasa? Apa Ia telah mempunyai kereta-kereta api yang cukup untuk meliputi seluruh negara Soviet Rusia? Apakah setiap orang Rusia pada waktu Lenin mendirikan Soviet Rusia merdeka telah dapat membaca dan menulis? -Soekarno-

Sebagai pemuda/pemudi yang terlahir sebagai manusia merdeka, marilah kita mengisi kemerdekaan dengan aktivitas positif dengan dasar nasionalisme. "Negara Republik Indonesia bukanlah milik suatu golongan, bukan milik suatu agama, bukan milik suatu suku, bukan milik suatu golongan adat-istiadat, tetapi milik kita semua dari Sabang sampai Merauke!" -Soekarno-

Dirgahayu Negeriku...


Berikut ini adalah ucapan "Happy Independence Day" yang diucapkan oleh SuperStar dunia melualui akun Twitter-nya yang berhasil direkam oleh Payabo:

Happy Independence Day Indonesia - Rio Ferdinand
Happy Independence Day Indonesia - Rio Ferdinand

Happy Independence Day Indonesia - Radja Nainggolan Retweeted by Vincent Kompany
Happy Independence Day Indonesia - Radja Nainggolan Retweeted by Vincent Kompany

Happy Independence Day Indonesia - Gerard Pique
Happy Independence Day Indonesia - Gerard Pique
#Spesial17Agustus - Part II
#Spesial17Agustus
#Spesial17Agustus
#Spesial17Agustus




Rabu, 11 April 2012

Google AdSense Okkots

Istilah "Okkots" munngkin akan terdengar asing ditelinga masyarakat luar Sulawesi Selatan (Makassar). Buat yang belum tau, okkots adalah istilah yang digunakan untuk orang-orang yang mengucapkan sebuah kata atau beberapa kata yang tidak sesuai dengan kaidah bahasa yang benar. Pada umumnya okkots akan muncul pada kata yang berakhiran dengan huruf '-n', dan huruf '-g'. Misalnya pada kata "makan" yang mendapatkan penambahan huruf '-g' di akhir kata sehingga berubah menjadi "makang", atau pada kata "sembahyang" yang berubah menjadi "sembahyan". Istilah tersebut sudah sangat lazim terdengar di telinya masyarakat Makassar. Entah apa penyebabnya, namun itulah realita yang ada.

Ternyata, okkots tidak hanya ada di Makassar saja, Google juga bisa okkots.

Baru-baru ini, Payabo mencoba peruntungan untuk menjadi publisher Google AdSense (untuk yang ke 45 kalinya) untuk website MuhaiminAbd yang bertemakan e-learning, tutorial moodle, pembelajaran eletronik, dan bahasa inggris. Pendaftaran Google AdSense terbilang cukup mudah. Namun, untuk dapat diterima sebagai publisher Google AdSense itu yang sulit, barangkali sesulit mendaftar PNS. Entah apa yang menajdi kriteria Google AdSense agar dapat diterima menjadi penerbit iklan. Tidak kurang dari 45 email telah dibuat untuk memperjuangkan MuhaiminAbd.com menjadi penerbit Google AdSense. Namun, semuanya hanya lolos hingga review tingkat pertama saja.

Lalu, apa hubungan okkots dengan pendaftaran publisher Google AdSense?

Dalam email Selamat Datang di Google AdSense yang ditujukan kepada MuhaiminAbd.com tercantum beberapa link terkait peraturan, syarat penerimaan, dan hal-hal yang menunjang penerimaan sebagai penerbit iklan. Karena penasaran, payabo kemudian membuka semua link yang tercantum dalam email selamat datang tersebut guna mengetahui penyebab mengapa MuhaiminAbd.com ditolak hingga puluhan kali, hingga akhirnya Payabo berada dihalaman pusat bantuan Google AdSense. Dalam halaman tersebut, tertera sebuah link yang meminta calon publisher untuk mengirimkan feedback memakai pusat bantuan Google AdSense. Seperti apa link feedback pusat bantuan Google AdSense tersebut? Silahkan lihat gambar dibawah ini:

Google AdSense Okkots





Kamis, 01 Maret 2012

Penemu Blogger

Ada ungkapan yang berbunyi, "Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawannya." Berkaitan dengan hal tersebut, dapat pula saya katakan "Blogger yang besar adalah blogger yang menghargai jasa pahlawannya". Sebelum Anda menghargai jasa 'pahlawan blogger', sebaiknya Anda mengenal terlebih dahulu orang yang menjadi dalang terciptanya blogger yang akan dibahas pada postingan ini.

Apakah Anda seorang pengguna blogger? Sudah berapa lama Anda menggunakan jasa blog gratis ini? Pernahkan Anda berfikir siapa penemu blogger?

Namanya adalah Evan Williams, lahir di Nebraska pada 31 Maret 1972. Selain sebagai penemu blogger, ternyata dia juga memegang peranan penting dalam proses penciptaan twitter. Perlu Anda ketahui bahwa Ia adalah salah satu penemu Twitter. Bersama Jack Dorsey dan Biz Stone, microblogging Twitter didirikan. Pada saat itu Evan masih menjabat sebagai eksekutif di Google inc.

Background sebagai anak seorang petani tidak serta merta membuat Ia patah arang dalam perjalanan kariernya. Bayangkan, Ia yang terlahir sebagai anak seorang petani  ternyata mampu mengubah dunia. Saya tidak bisa membayangkan jikasaja blogger.com tidak pernah diciptakan. Mungkin bisnis PPC, PPP, dan lain-lain akan sangat sepi. meskipun blogger bukanlah satu-satunya penyedia blog gratis di dunia, namun tidak bisa dipungkiri bahwa mayoritas pengguna blog di dunia menggunakan blogger.

Perangkat publikasi blog pertama di dunia diluncurkan oleh Pyra Labs (salah satu pendirinya adalah Evan Williams) pada 23 Agustus 1999 dan diakusisi oleh Google secara resmi pada tanggal 13 Februari 2003 dengan budget ratusan milliyar. Sebelumnya (sewaktu blogger masih menjadi milik Pyra Labs), dikenakan layanan premium (berbayar) kepada penggunanya. Namun setelah berpindah tangan ke Google, layanan blogger berubah menjadi free atau gratis dan hanya dalam waktu singkat, blogger telah memiliki tiga juta-an jumlah pengguna aktif. Tahun 2004, Google memperkenalkan fitur barunya yang bernama 'picasa', yaitu sebuah layanan yang mendukung blogger untuk mengedit dan mengupload foto untuk dipublikasikan di blogger.

Berikut ini adalah tampilan blogger dari masa ke masa:





 


Selasa, 14 Februari 2012

Siapakah "Paman Sam?"

Siapakah sebenarnya Paman Sam itu? Tentunya Anda pernah mendengar istilah "Negeri Paman Sam" bukan?! Ketika Anda mendengar istilah itu, saya yakin bahwa pikiran anda akan langsung tertuju pada Amerika Serikat. Tetapi tahukah Anda mengapa Amerika Serikat dijuluki "Negeri Paman Sam?" Ingin tahu sejarahnya? Silahkan dibaca.

Paman Sam adalah seorang personifikasi pemerintah Amerika yang digunakan selama perang tahun 1812. Dia digambarkan sebagai seorang pria tua yang keras, berambut putih, dan berjanggut. Biasanya dia mengenakan pakaian yang mengingatkan orang-orang yang melihatnya kepada Amerika. Misalnya memakai topi bercorak bendera Amerika, bergaris merah dan putih dengan motif bintang-bintang putih dengan latar belakang biru, dan celana panjang bergaris merah dan putih.

Nama aslinya adalah Samuel Wilson, Ia berasal dari Troy, New York. Tugasnya menyuplai daging untuk angkatan darat Amerika pada perang tahun 1812. Uniknya adalah, pada kotak-kotak daging yang Ia gunakan tertera label "US". Orang-orang menyebut "US" sebagai singkatan dari United States (nama lain dari Amerika Serikat), pedahal itu adalah singkatan dari "Uncle Sam".

Sabtu, 11 Februari 2012

Penemuan Bulan di Orbit Jupiter

Penemuan terbaru dari astronom Amerika mengatakan bahwa telah ditemukan dua bulan baru yang mengorbit planet Jupiter. Dua bulan tersebut masing-masing disebut sebagai S/2011 J1 dan S/2011 J2. Dengan adanya penemuan ini, maka total jumlah bulan di planet Jupiter kini sebanyak 66 buah.

Bulan-bulan baru ini diamati pada 27 September 2011 silam dengan menggunakan Magellan Baade Telescope di Las Campanas Observatory, Chile. Diameternya yang sangat kecil (sekitar 1km) dan pencahayaan yang redup membuat bulan-bulan ini sulit diamati. Jaraknya dengan planet Jupiter juga terlampau jauh. Diperkirakan membutuhkan waktu sekitar 580 hari dan 726 hari bagi kedua bulan untuk mengelilingi planet Jupiter.

Seperti yang dilansir National Geographic, "kedua bulan ini adalah bagian dari objek Retrograde terluar dari Jupiter." Scott Sheppard, pakar dari Departement of Terrestrial Magnetism, Carnegie Institute for Science, Washington. Retrograde sendiri adalah bulan yang arah orbitnya berlawanan dengan arah rotasi planet. S/2011 J1 dan S/2011 J2 adalah dua dari sekian bulan yang tergolong dalam retrograde.

Scott Sheppard juga menambahkan bahwa kemungkinan Jupiter masih memiliki banyak bulan atau satelit yang serupa dengan S/2011 J1 dan S/2011 J2. Kedua bulan tersebut termasuk dalam golongan bulan irreguler atau bulan atau satelit yang mengorbit pada sebuah planet dari jarak jauh dengan orbit eksentrik dan cenderung miring. Diperkirakan, bulan-bulan ini berasal dari sebuah komet atau asteroid yang pernah tertangkap atau masuk dalam gaya gravitasi planet Jupiter.

Penemuan bulan-bulan ini baru diumumkan minggu lalu di Central Bureau for Astronomical Telegrams, International Astronomical Union.

Rabu, 08 Februari 2012

SIM Jorge Lorenzo

Siapa yang tidak kenal dengan pembalap kelahiran Palma, Spanyol, 4 Mei 1987 ini. Kemampuan rider tampan yang menjadi andalan Team Yamaha di lintasan balap sudah tidak perlu diragukan lagi. Tapi tahukah anda?! ternyata rider Yamaha ini belum memiliki SIM.

Jorge Lorenzo, juara dunia kelas MotoGP tahun 2010 ini baru-baru saja mengikuti ujian tes tertulis untuk mendapatkan SIM (Surat Izin Mengemudi) sebelum bertolak ke India dalam rangka promosi Yamaha. Seperti dilansir dari situs resmi motoGP (motogp.com) pada Kamis, 8 Februari 2012, Lorenzo harus bersusah payah untuk mendapatkan surat izin mengemudi (SIM). Setelah dinyatakan lulus ujian teori beberapa pekan silam, rider Yamaha ini harus kembali untuk mengikuti ujuan praktek.

Sosok yang gemar membaca ini baru-baru saja menuliskan status di akun Official Facebooknya tentang keberhasilannya melulusi tes tertulis untuk surat izin mengemudinya. Di akun facebooknya yang beralamat di Facebook.com/Jorge.Lorenzo.Official tertulis "Meskipun ini kedengarannya seperti lelucon, saya baru saja lulus tes teori tertulis untuk mendapatkan SIM motor".

Anda mungkin tidak pernah menduga bahwa rider yang bernaung dibawah bendera Yamaha ini ternyata baru saja mengurus izin mengemudinya setelah sekian lama menjadi pembalap profesional yang sering melaju ratusan kilometer per jam diatas tunggangannya. Namun itulah kenyataannya, di lintasan balap kan tidak ada polisi lalu lintas, apalagi sweeping.

Dalam proses pengurusan SIM-nya, Lorenzo diharuskan untuk mengendarai sepeda motor dalam kecepatan rendah. Tentu saja hal ini bertolak belakang dengan apa yang sering diinstruksikan kepadanya saat berkendara di lintasan balap. Mungkin ini akan terasa aneh baginya mengingat kebiasaannya menunggangi motor dalam kecepatan tinggi.
"Guru saya, Javi memerintahkan untuk mengendarai motor dengan sangat lambat. Dia satu-satunya orang di dunia yang memerintahkan saya untuk menunggangi motor dengan kecepatan rendah. Jika mengendarai terlalu cepat, maka saya tidak akan lulus," kata Lorenzo.

Selasa, 07 Februari 2012

Sejarah Celana Jeans Levi's

Seorang pemuda berumur 20 tahun dari New York berniat mengadu nasib dimana pada waktu tersebut (1948), demam emas melanda Amerika. Namanya adalah Levi Strauss. Di tempat asalnya, Levi Strauss adalah seorang pedagang pakaian. Ia kemudian berangkat ke California dengan berbekal beberapa potong tekstil untuk dijual selama dalam perjalanan. Perjalanan bermodalkan nekad ini ternyata membuahkan hasil. Semua barang dagangannya laku terjual kecuali segulung kanvas. Apa ada orang yang mau mengenakan pakaian yang terbuat dari kanvas???

Di California, Levi Strauss memperhatikan bahwa celana para pekerja tambang disana ternyata cepat rusak. Bayangkan saja beratnya pekerjaan di daerah tambang. Tidak heran kalau pakaian para pekerja cepat rusak. Melihat hal ini, Levi Strauss kemudian mencoba untuk membuat celana yang terbuat dari kanvas dan dijual untuk para pekerja. Membuahkan hasil, celana Levi Strauss laku keras. Namun, banyak penambang yang tidak suka dengan bahan dasar dari celana ciptaan Levi Strauss yang terbuat dari kanvas. Entah karena terasa kasar di kulit sehingga membuat para penambang tidak betah atau mungkin karena alasan lain.

Melihat ketidak-nyamanan tersebut, Levi Strauss kemudian mulai mencari alternatif lain sebagai bahan pembuatan celana untuk para pekerja. Ia memutuskan untuk mengimpor kain dari Genoa, Italia. Bahan tersebut di negeri asalnya, dikenal dengan nama "Genes" yang kemudian oleh Levi Strauss diganti menjadi "Jeans". Sejak saat itu, Levi Strauss mulai memproduksi celana jeans pertamanya yang diberi merk "Levi's", dan hanya dalam waktu singkat celana ini menjadi pakaian resmi para penambang dan koboi hingga akhirnya sampai tahun 2012 sekarang, celana jeans dapat dengan mudah kita temui sebagai celana kebangsaan yang digunakan oleh hampir semua orang. Saya yakin Anda mengoleksi minimal 3 celana jeans. Saya rasa, setiap orang baik kalangan tua maupun muda, bahkan anak-anak sekalipun gemar memakai celana jeans. Bukan begitu?!