Tampilkan postingan dengan label humor. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label humor. Tampilkan semua postingan

Kamis, 16 Agustus 2012

Saya Ingin Yabo Menderita

Seorang pendekar, sebut saja namanya Bunrang, setiap hari hidupnya hanya diisi dengan pertengkaran dan perkelahian. Sudah banyak orang yang pernah merasakan hantaman kepalan tangannya. Ada yang luka-luka, ada pula yang meninggal dunia. Terlahir sebagai seorang yang berbadan atletis dengan dada bidang dan otot paha yang besar dan kencang, wajar kalau banyak orang yang takut padanya.

Bunrang memang seorang pendekar sejati. Meskipun hari-harinya diisi dengan perkelahian, tetapi Ia juga punya cinta. Ia telah menikah selama kurang lebih 24 tahun. Meskipun Bunrang terlahir sebagai seorang pendekar yang hidupnya bisa dibilang selalu terancam, tapi istrinya tetap setia bersamanya. Nampaknya istri Bunrang sudah bisa menerima segala kelebihan dan kekurangan si Bunrang. Hal itu dibuktikan dengan kesetiaannya mendampingi seorang pendekar selama kurang lebih 24 tahun.

Hingga pada akhirnya, Bunrang Sang Pendekar menderita penyakit parah. Penyakitnya membuat Ia hampir meninggal dunia. Saat Bunrang sedang sakaratul maut, Ia memanggil istrinya, wanita yang telah mendampinginya selama hampir seperempat abad. Terjadi percakapan singkat sebelum akhirnya Bunrang menghembuskan nafas terakhirnya.

Bunrang: "Istriku, jika aku mati nanti, aku ingin engkau menikah dengan Yabo."
Istri: "Sayang, bukankah Yabo itu adalah musuh bubuyutan kamu??? Kenapa kamu sampai rela melepaskan aku pada Yabo???"
Bunrang: "Benar istriku, Yabo memang musuh bubuyutanku. Dari dulu hingga saat ini, saya tidak pernah bisa menerima segala perlakuannya padaku. Selama saya masih bernafas, saya tidak akan pernah memaafkan apa yang telah dilakukannya padaku, dan nafas perlawanan akan tetap kuperjuangkan untuk mengalahkannya. Saat ini aku sedang sakit, satu hal yang ku khawatirkan adalah jika aku mati nanti, Yabo akan merasa menang, dan saya tidak akan pernah bisa rela jika hal itu sampai terjadi."
Istri: "Lalu apa yang membuatmu rela melepaskan aku ke pelukan musuh bubuyutanmu itu???"
Bunrang: "Saya ingin Yabo menderita seperti yang aku alami selama 24 tahun terakhir."

Senin, 05 Maret 2012

Kami Tidak Melayani pembeli yang Mabuk

Minggu pagi, Yabo akan mewujudkan impian yang telah lama Ia idam-idamkan. Sejak lama Yabo ingin sekali membeli sebuah TV untuk dipajang dalam kamarnya. Hingga Akhirnya tabungan Yabo cukup untuk membeli TV idamannya. Iapun bergegas beranjak ke toko eletronik ternama di kota Makassar. Dengan percaya diri Ia melangkah masuk kedalam toko eletronik tersebut.

Yabo: Saya ingin membeli TV
Pelayan: TV yang mana pak?
Yabo: TV yang disana, yang warna putih
Pelayan: Maaf pak, kami tidak menerima pembeli yang mabuk

Yabo kemudian pulang kemudian menggosok gigi dengan harapan ketika Yabo kembali, pelayan toko tadi tidak akan mencium bau dari mulut Yabo. Setelah itu, Yabo kembali ke toko eletronik yang tadi.

Yabo: Saya ingin membeli TV yang warna putih. TV yang tadi saya tunjuk.
Pelayan: Yang mana pak?
Yabo: Yang warna putih itu. Sebelah kulkas.
Pelayan: Maaf pak, kami tidak melayani pembeli yang mabuk.

Yabo heran kemudian kembali ke rumah untuk mandi, masih dengan harapan yang sama. Setelah mandi, Ia menyemprotkan parfum berkali-kali pada badan dan bajunya kemudian kembali ke toko eletronik yang tadi.

Yabo: Saya ingin membeli TV
Pelayan: TV yang mana pak?
Yabo: TV warna putih sana. Itu yang disamping kulkas.
Pelayan: Maaf pak, kami tidak melayani pembeli yang mabuk. Yang putih itu Microwave pak, bukan TV.

Jumat, 24 Februari 2012

Cara Berhenti Merokok

Merokok adalah aktivitas ynag tidak bisa dipisahkan dalam keseharian manusia. Setiap hari, setiap jam, menit, dan detik, selalu ada asap yang keluar dari ujung rokok dimanapun kita berada. Terlebih lagi ketika habis makan atau ketika cuaca sedang dingin (baca: hujan). Gairah merokok pasti akan muncul dengan sendirinya. Rokok memang ajaib. Para pemikir dan pekerja keras akrab dengan rokok (hasil survey Payabo). Kata para pemikir, merokok dapat menurunkan ketegangan dan stress dan dapat pula mendatangkan ide-ide cemerlang. Kata para pekerja, merokok dapat menghilangkan suntuk dan mengusir kebosanan saat bekerja. Mereka tidak sadar bahwa rokok itu dapat menimbulkan penyakit yang berbahaya, pedahal disetiap bungkus rokok pasti tertera tulisan dengan huruf all-uppercase merokok dapat menyebabkan kanker, serangan jantung, impotensi, gangguan kehamilan dan janin. Namun entah mengapa orang-orang masih rela mengeluarkan uangnya demi rokok. Mungkin mereka menganut paham "orang yang tidak merokok juga pasti akan mati". Sebenarnya alasan tersebut tidak salah, itu adalah kalimat pelarian dan pembenaran untuk tetap merokok.

Butuh waktu yang lama untuk benar-benar yakin untuk meninggalkan kebiasaan merokok. Berfikir non-stop selama berhari-hari hingga berminggu-minggu mungkin sudah cukup. Hal-hal yang harus dipersiapkan adalah:
  1. Kertas
  2. Ballpoint (pulpen/pena)
  3. Segelas kopi
4. Dan yang terpenting adalah.... sediakan Rokok

Kemudian mulailah berfikir.

Senin, 13 Februari 2012

Pertama Kali Naik Pesawat

Yabo (nama samaran) adalah penumpang pesawat YaboYabo Airlines dengan tujuan Surabaya. Yabo seharusnya duduk di kursi 24a, namun sebelum pesawat take off, Yabo memilih untuk duduk di kursi kelas eksekutif nomor 12a karena terlihat lebih nyaman dibanding dengan kursi miliknya. Tidak lama berselang, penumpang dengan nomor kursi 12a datang dan kaget melihat Yabo mengambil kursinya. Ia kemudian berinisiatif untuk melaporkan hal tersebut kepada pramugari. Setelah menjelaskan keluhannya, sang pramugari datang dan menghampiri Yabo.

Pramugari: Maaf pak, bisakah saya melihat tiket Bapak? Saya rasa ada kesalahan kecil mengenai kursi yang Anda ambil. Mohon maaf atas ketidak nyamanannya pak.
Yabo: Kamu ini siapa???
Pramugari: Saya Pramugari pak.
Yabo: Pramugari itu apa?
Pramugari: Pramugari itu orang yang bertugas melayani penumpang pesawat selama penerbangan pak.
Yabo: Ooh... Pelayan??? Kamu baru jadi pelayan sudah seenaknya saja. Saya tidak membutuhkan pelayanan kamu. Saya nyaman duduk disini. Cari orang lain saja yang butuh bantuanmu.

Karena pramugari stress dimarahi Yabo, Ia kemudian melapor ke Pilot dan menjelaskan masalah ini. Setelah mendapatkan penjelasan, si Pilot kemudian menghampiri Yabo

Pilot: Mohon maaf atas gangguannya pak. Bisa saya lihat tiket Bapak?
Yabo: Siapa lagi kamu?
Pilot: Saya orang yang mengemudikan pesawat ini Pak.
Yabo: Oooh... Supir??? Kamu baru jadi supir sudah banyak tingkah. Sudah, pergi sana, kendalikan pesawat dengan hati-hati.
Pilot: Mohon maaf pak, tapi ini bukan kursi bapak.
Yabo: Tugas kamu hanya supir. Jangan ganggu saya. Saya naik pesawat ini tidak gratis. Saya yang duluan duduk disini. Jadi, saya yang berhak atas kursi ini. Siapa yang seharusnya duduk disini? Suruh saja cari kursi lain, kan masalahnya selesai.

Sembari Yabo mengoceh kepada Pilot, Udin, penumpang pesawat yang sama, lewat dan mendengar masalah ini. Udin kemudian menawarkan bantuan kepada Pilot. "Sudah, biar saya yang tangani. Pak Pilot tenang saja". Kata Udin kepada Pilot. Udin kemudian duduk disamping Yabo.

Udin dan Yabo terlibat percakapan yang santai. Setelah berbincang-bincang, Yabo kemudian pindah ke kursi yang seharusnya. Pilot dan Pramugari heran kemudian menanyakan hal ini kepada Udin.

Pilot: Bagaimana bisa Bapak membujuk orang yang tadi untuk pindah ke kursinya?
Udin: Gampang... Saya melihat tiketnya. Setelah itu, saya bilang "Maaf Pak, kursi ini tujuan Jakarta. Kursi untuk penumpang tujuan Surabaya ada di belakang".

Jumat, 10 Februari 2012

Manusia dimata Hewan

Pada suatu hari di sebuah peternakan, terjadi percakapan antara hewan-hewan ternak yang membahas perlakuan manusia kepadanya.

Ayam : Manusia adalah musuh terbesarku.
Kuda : Kenapa yam?
Ayam : Susah-susah saya bertelur, saya hangatkan, dan saya jaga baik-baik. Dengan santainya manusia merampasnya. Kadang dicelupkan di minyak panas, kadang juga direndam dalam air mendidih. Ayah dan Ibuku ditangkap paksa dan lehernya dipotong, bulunya dicabut, lalu dimutilasi. Giliran saya mau makan berasnya, saya malah dilempar sandal.
Kuda : Sebenarnya, saya juga benci sama manusia.
Ayam : Sebabnya?
Kuda : Manusia memaksaku berlari puluhan kilometer dengan mata tertutup setiap hari. Kalau lariku melambat, pinggangku dipukul dengan cambuk. Sebenarnya, saya sering mencoba untuk menerima kenyataan. Namun penyiksaan ini sudah benar-benar keterlaluan.

Tidak lama kemudian, Sapi betina datang.
Sapi Betina : Lagi membahas manusia yah?! Sebenarnya, sayalah yang paling lebih menderita akibat kelakuan manusia. Apa yang kalian rasakan belum seberapa. Bayangkan saja, setiap hari susuku diremas-remas hingga isinya habis. Hingga saat ini, mereka tidak pernah menikahiku. Benar-benar durjana mereka. Sungguh terlalu!

Kamis, 09 Februari 2012

Malu Naik Ferrari

Yabo (nama samaran) adalah anak seorang pengusaha yang kaya raya. Setelah menyelesaikan sekolah mengengah atas (SMA), Ia kemudian dikirim ke Jerman oleh ayahnya untuk melanjutkan pendidikan ke tingkat universitas. Setelah tiba di Jerman, Ia mencoba untuk mengenal lingkungan sekitar dan mulai mencari teman.

Di Jerman, Yabo diberikan fasilitas kelas atas oleh orang tuanya. Apartemen mewah, gadget terbaru, hingga mobil mewah merk Ferrari Ia miliki. Uang di rekening miliknya juga menumpuk. Seminggu sekali Ayahnya mengirimkan sejumlah uang untuk biaya hidupnya selama di Jerman. Tidak seperti mahasiswa lainnya, semua pakaian yang ia merupakan pakaian besutan perancang terkenal yang tentunya berharga sangat mahal.

Sebenarnya, Yabo adalah anak yang rendah hati dan tidak sombong. Ia mudah bergaul dan tidak pilih-pilih teman dalam pergaulan. Kalau bahasa Inggrisnya itu "down to earth". Kehidupan Yabo yang terlahir sebagai seorang anak pengusaha yang bergelimang harta tidak membuatnya buta akan kesederhanaan. Hidup sederhana dan mandiri selalu Ia tanamkan dalam dirinya. Namun, orang tuanya tidak ingin Yabo hidup seperti itu. Gengsi orang tuanya yang sangat tinggi terkadang membuatnya malu sama teman-temannya.

Pada suatu hari, Yabo mengirim email ke orang tuanya yang berada di Indonesia.

Ayah dan Ibu yang terhormat, Saya sangat senang berada disini. Ini adalah tempat terindah yang pernah Saya kunjungi seumur hidupku. Alam dan lingkungannya sangat jauh berbeda dengan apa yang sering saya rasakan di Indonesia. Orang-orangnya juga ramah kepada saya. Saya sangat menikmati hari-hari Saya di kota ini. Namun, Saya merasa malu sama teman-temanku. Saya malu karena setiap hari Saya berangkat kuliah menggunakan Ferrari 458 Italia Spider yang Ayah berikan padaku sedangkan teman-teman dan dosenku berangkat ke kampus menggunakan kereta api.

Hormatku,

Anakmu
Yabo


Tak berapa lama berselang, sang Ayah membalas email dari Yabo.
Anakku tercinta, Ayah sangat bangga kepadamu karena kamu adalah satu-satunya orang di kota ini yang bisa berkuliah di Jerman. Anak dari teman-teman Ayah hanya mampu berkuliah di dalam negeri saja, paling jauh di Jakarta. Ayah sangat bangga menceritakan hal ini kepada teman-teman Ayah. Mereka pasti kagum padamu.

Menanggapi keluhan tentang Ferrari 458 yang ayah berikan padamu, besok Ayah akan transfer sejumlah uang ke rekening kamu dan belilah kereta apimu sendiri. Jangan mau kalah sama dosen, apalagi teman-temanmu.

Salam sayang,

Ayah